Bisnis Ekonomi

Kamis, 28 November 2019 - 21:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

“Senjakala” OVO

  1. Sejak rumor Lippo akan lepas saham Ovo, saya mengikuti terus perkembanganya. Apa sih sebenarnya yang menjadi alasan Lippo lepas saham.

Baru hari ini saya temu kan jawabannya yang tersaji di Media massa.

Tidak kuat Bakar uang !

75% yg saham dijual. Kepada siapa? Belum ada info. Kemungkinan konsorsium Grab Tokopedia dan Softbank. Team ini akan gabungkan Ovo dg Dana.

Plot twist : Gopay gabung dg LinkAja.

Kita lihat saja siapa yg akan gugur dlm perang berdarah-darah ini.

Bisnis itu kejam, Fergusso.

Tiap bulan mungkin Ovo harus bakar uang Rp 100an milyar. Gilak.

Ya gak kuatlah Lippo.

Knp? Sebab Lippo bukan start up. Dia bisnis yg sdh mapan. Gila kalau mau bakar uang segitu.

Bisnis mapan pakai itungan yg rasional.

Gopay juga pasti berdarah2. Belum tau sampai kapan mrka bisa survive.

Saat ini digital payment baru fase dapatkan pelanggan sebanyak2nya. Pakai cashback gila2an.

Idenya : kelak kalau pelanggan sdh masif, bisa kenakan fee tiap transaksi.

Tapi kapan bisa mulai kenakan fee?

Bisnis digital payment ini prinsipnya winner takes all.

Maka saat sekarang harus berjuang all out buat menang. Bakar uang tanpa batas demi jadi winner.

Grab mungkin yg akan menang sebab dukungan dananya unlimited.

Jangan lupa : pesaing kuat adalah juga mobile banking.

Mobile banking yg bagus akan bikin orang belum merasa perlu pakai gopay dkk.

Adoption rate digital payment agak tersendat krn penetrasi mobile banking jg sdh luas.

Saat ini mayoritas orang yg beli barang atau bayar aneka biaya (top up pulsa, bayar listrik dll) secara online, masih pake mobile banking. Bahkan bnyk yg masih manual transfer via atm.

Kalau pake mobile banking sdh nyaman, knp harus pindah pake digital payment.

Tantangan lain digital payment : keamanan uangnya.

Tempo hari ada sejumlah kasus users gopay saldonya hilang dibobol cracker. Ini krn jg user kurang waspada. Rentan ditipu cracker.

Isu keamanan ini jg bisa hambat adoption rate digital payment.

Btw sejumlah survey ttg consumer behavior menunjukkan : menggunakan digital payment akan cenderung bikin kamu lebih boros belanja.

Knp begitu? Sebab proses membayar terasa mudah dan frictionless. Tap tap. Done. Tap tap done.

Baru sadar uangnya habis setelah saldo nol.

Kemudahan transaksi via digital payment emang bikin proses membayar jadi seamless. Semudah klik dan tap.

Krn terasa mudah, kita jadi makin tergoda untuk pesan ini, pesan itu.

Dan persis itulah yg diharapkan pembuat digital payment app.

Spend more and more…..

Kombinasi Gofood x Gopay atau Grabfood x Ovo memang sebuah kombinasi yg powerful.

Sembari rebahan kita bisa pesan aneka makanan yg kita suka, dgn proses membayar yg semudah klik and tap.

Apalagi ada iming2 cashback.

Iman kita mudah kalah. Dan uang kita jd mudah lenyap.

Hehehe

Nanti jika ada berita tentang kelanjutan pertempuran raksasa2 ini akan kang lintang ulas kembali sob😆

Sumber @strategi_bisnis

Baca Lainnya
Tanya Kursus Bisnis Online yuk ^_^

Ingin Belajar Skill Jualan Online Hubungi dan belajar dengan Kang Lintang

Coach

Kang Lintang

Online

Kang Lintang

Hai Apa Kabar ^_^ 00.00
error: Content is protected !!